<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bumi HijauMU</title>
	<atom:link href="http://bumihijaumu.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bumihijaumu.org</link>
	<description>Just another WordPress site</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Feb 2012 05:20:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Hari Kasih Sayang Bagi Lingkungan</title>
		<link>http://bumihijaumu.org/hari-kasih-sayang-bagi-lingkungan/</link>
		<comments>http://bumihijaumu.org/hari-kasih-sayang-bagi-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 05:20:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Green Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[global warming]]></category>
		<category><![CDATA[green living ideas]]></category>
		<category><![CDATA[green living tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bumihijaumu.org/?p=2228</guid>
		<description><![CDATA[Februari selalu diidentikkan dengan Hari Kasih Sayang. Sebagian orang menganggap kasih sayang ini hanya bisa diberikan kepada orang lain. Padahal, lingkungan juga membutuhkan kasih sayang dari Sobat HijauMU, lho! ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Februari selalu diidentikkan dengan Hari Kasih Sayang. Sebagian orang menganggap kasih sayang ini hanya bisa diberikan kepada orang lain. Padahal, lingkungan juga membutuhkan kasih sayang dari Sobat HijauMU, lho! Kalau bukan Sobat HijauMU yang menyayangi alam dan lingkungan, lalu siapa lagi? Oleh karena itu, Sobat HijauMU harus selalu menyayangi lingkungan dan menjaga kelestariannya.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://bumihijaumu.org/wp-content/uploads/2012/02/myheartgoesgreen.jpg"><img class=" wp-image-2234 aligncenter" title="myheartgoesgreen" src="http://bumihijaumu.org/wp-content/uploads/2012/02/myheartgoesgreen-300x300.jpg" alt="" width="270" height="270" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Ada banyak cara yang bisa dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan rasa sayang Sobat HijauMU terhadap lingkungan. Bahkan hal-hal kecil yang Sobat HijauMU anggap sepele pun bisa jadi memiliki nilai dan arti yang sangat besar bagi lingkungan. Misalnya saja tidak membuang sampah sembarangan. Jika sampah yang Sobat HijauMU hasilkan dibuang dimana saja, pada akhirnya sampah itu bisa menyumbat saluran air atau sungai sehingga pada akhirnya akan menimbulkan banjir. Tentu Sobat HijauMU tahu dampak lanjutan yang diakibatkan oleh banjir ini. pada akhirnya, manusia jugalah yang akan mengalami kerugian.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada baiknya tempat penampungan sampah itu dibedakan antara sampah organik (rontokan dedaunan, sisa makanan, atau sayuran) serta sampah anorganik (plastik, kemasan pembungkus, dan styrofoam). Dengan begitu, akan mempermudah proses pengolahan sampahnya nanti. Seperti yang Sobat HijauMU ketahui, sampah anorganik seperti plastik sangat sulit terurai secara alami di alam. Pada akhirnya jika dibiarkan atau dibuang sembarangan, sampah jenis ini malah akan merusak tanah. Oleh karena itu, mulailah untuk memilah-milah sampah dari rumah sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Prinsip 3R (Reduce-Reuse-Recycle) juga sangat penting untuk diterapkan di rumah. Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang bisa menjadi sampah. Reuse berarti menggunakan kembali benda yang sudah dianggap sampah hingga memiliki nilai guna. Sedangkan recycle artinya mengubah atau mendaur ulang sampah menjadi bentuk lain yang juga memiliki nilai guna. Jika prinsip ini selalu diterapkan, tentu jumlah sampah bisa ditekan dan dampak negatifnya terhadap lingkungan bisa dikurangi.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal lain yang bisa dilakukan adalah menggunakan teknologi yang ramah lingkungan. Misalnya saja menggunakan alat elektronik yang hemat listrik atau bahkan mungkin alat elektronik bertenaga baterai. Penggunaan lemari es tanpa Freon atau CFC (Chloro Fluoro Carbon) juga bisa mengurangi efek rumah kaca yang sangat berbahaya bagi bumi tercinta. Matikan alat elektronik tersebut jika tidak sedang digunakan. Hindari pula pemakaian alat elektronik di antara pukul 17.00-22.00.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://bumihijaumu.org/wp-content/uploads/2012/02/bike.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-2236" title="bike" src="http://bumihijaumu.org/wp-content/uploads/2012/02/bike.jpg" alt="" width="415" height="280" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Kurangi pemakaian kendaraan pribadi saat Sobat HijauMU akan bepergian, terutama ketika bepergian seorang diri. Misalnya, jika hanya sendiri, sebaiknya tidak menggunakan mobil karena kurang efisien. Sobat HijauMU bisa menggunakan sepeda motor atau menaiki kendaraan umum jika tidak diburu-buru waktu. Ini tentu bisa menghemat bahan bakar serta mengurangi polusi udara dan suara akibat asap kendaraan dan bising suara klakson. Memakai sepeda tentu akan lebih bermanfaat. Selain menyehatkan, sepeda juga tidak menghasilkan emisi gas buang sehingga lebih aman bagi lingkungan. Namun, jangan lupa untuk menggunakan alat pengaman seperti helm dan masker jika akan menggunakan sepeda, terutama jika berada di kota besar. Di kota, jumlah kendaraan bermotor pada umumnya lebih banyak sehingga polusi dari asap kendaraan bermotor pun menjadi lebih banyak. Oleh karena itu, para pesepeda sebaiknya menggunakan masker agar tidak mengisap asap kendaraan tersebut secara langsung. Banyaknya kendaraan bermotor juga tentu lebih berisiko terhadap keamanan para pengguna sepeda di jalan. Jadi, alat pengaman seperti helm dan sarung tangan mutlak diperlukan untuk mengurangi risiko jika terjadi kecelakaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Menghemat penggunaan air juga merupakan salah satu bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan. Sekarang ini, sumber air bersih bisa dibilang sudah menjadi sesuatu yang langka, terutama di beberapa daerah. Padahal, air merupakan sumber kehidupan bagi makhluk hidup. Bayangkan jika tidak ada air bersih, bagaimana Sobat HijauMU bisa minum, makan, dan lain-lain? Jadi, pergunakan air dengan bijak dan sesuai dengan kebutuhan. Sayangi lingkungan dan lingkungan pun akan menyayangi kita.</p>
<p><strong>Sumber:<br />
</strong>- http://alamendah.wordpress.com/2010/07/01/3r-reuse-reduce-recycle-sampah/<br />
- http://www.ccde.or.id/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=404:tanggung-jawab-kita-untuk-sampah-kota-kita&amp;catid=3:bingkai&amp;Itemid=4<br />
- http://www.kidnesia.com/Kidnesia/Dari-Nesi/Dari-Nesi/Sayangi-Lingkungan/%28offset%29/5</p>
<p><strong>Sumber gambar:<br />
</strong>- envirolution.wordpress.com<br />
- livinginlawithoutacar.blogspot.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bumihijaumu.org/hari-kasih-sayang-bagi-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perabot Rumah Ramah Lingkungan</title>
		<link>http://bumihijaumu.org/perabot-rumah-ramah-lingkungan/</link>
		<comments>http://bumihijaumu.org/perabot-rumah-ramah-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2012 14:01:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Green Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[green living]]></category>
		<category><![CDATA[green living facts]]></category>
		<category><![CDATA[green living tips]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bumihijaumu.org/?p=2203</guid>
		<description><![CDATA[Menjaga kelestarian lingkungan tentu sudah menjadi kewajiban kita semua sebagai penduduk Bumi. Salah satu caranya adalah melalui penggunaan produk-produk yang ramah lingkungan]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;" align="center">Menjaga kelestarian lingkungan tentu sudah menjadi kewajiban kita semua sebagai penduduk Bumi. Lingkungan yang terjaga tentu akan membawa dampak yang sangat baik untuk kita. Salah satu caranya adalah melalui penggunaan produk-produk yang ramah lingkungan, seperti alat elektronik, alat tulis, plastik kemasan, dan sebagainya. Ini dilakukan sebagai salah satu bentuk kecintaan terhadap lingkungan sekitar sehingga lingkungan pun tetap lestari.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat ini, perabotan rumah sudah semakin semakin berkembang menjadi perabot rumah yang ramah lingkungan. Perlu Sobat HijauMU ketahui, perabot rumah yang dipakai sehari-hari ternyata bisa menghasilkan emisi efek rumah kaca yang cukup besar, <em>lho</em>! Sebagai contoh, lampu pijar ternyata pemakaiannya sebanding dengan pembakaran 23 kg batu bara! Oleh karena itu, pintar-pintarlah memilih perabot rumah yang ramah lingkungan. Selain bermanfaat bagi lingkungan, perabot rumah seperti ini juga dapat meningkatkan nilai jual, penampilan, dan usia rumah Sobat HijauMU sekalian.</p>
<p style="text-align: justify;">Memilih perabot rumah yang ramah lingkungan memang gampang-gampang susah. Terkadang beberapa produsen perabot rumah mengklaim bahwa produknya tergolong ramah lingkungan, padahal kenyataannya tidak demikian. Terlebih lagi, jika suatu perabot rumah sudah menjadi tren, tak jarang produsen tak ragu mematok harga yang tinggi pada produk perabot tersebut. Namun demikian, memilih perabot rumah dengan harga mahal namun tidak sebanding dengan dampak baik terhadap lingkungan tentu juga kurang bijak.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada beberapa tips <em>nih</em> seputar perabot rumah ramah lingkungan yang bisa diterapkan oleh Sobat HijauMU sekalian. Jika Sobat HijauMU akan membeli perabot rumah yang terbuat dari kayu, coba periksa dulu bahannya apakah berasal dari hutan yang memang dikelola untuk industri atau bukan. Ini tentu bisa mengurangi dampak negatif dari kerusakan hutan yang fungsi utamanya sebagai penyerap air hujan, penyerap karbon dioksida, pencegah tanah longsor, serta sebagai tempat tinggal bagi berbagai macam spesies flora dan fauna. Selain itu, pilihlah perabot rumah yang lebih tahan lama. Memang biasanya perabot semacam ini dipatok dengan harga yang lebih mahal, namun ini bisa mengurangi pengeluaran juga karena Sobat HijauMU tidak perlu sering mengganti perabot serta bisa mengurangi jumlah sampah perabotan. Sobat HijauMU juga bisa memilih perabotan antik untuk dipakai di rumah. Selain bisa mengurangi jumlah sampah, perabotan antik juga memiliki nilai estetika tersendiri.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://bumihijaumu.org/wp-content/uploads/2012/02/kitchenware1.jpg"><img class="wp-image-2208 aligncenter" title="kitchenware" src="http://bumihijaumu.org/wp-content/uploads/2012/02/kitchenware1-1024x583.jpg" alt="" width="367" height="209" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk perabotan di dapur, cobalah untuk mengurangi pemakaian wadah plastik. Seperti yang Sobat HijauMU ketahui, plastik sulit terurai secara alami di alam. Pemakaian yang salah juga dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu, gunakanlah wadah yang terbuat dari kaca atau alumunium yang lebih mudah didaur ulang. Kemudian, gunakanlah kompor gas karena lebih menghemat energi dan lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan kompor listrik.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk penerangan, Sobat HijauMU bisa menggunakan lampu jenis LED atau <em>fluoresence</em><em> </em>daripada lampu bohlam. Meski harganya lebih mahal, jenis lampu ini lebih hemat energi dan jauh lebih terang.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk perabotan di kamar mandi, jika Sobat HijauMU menggunakan pemanas air, gunakanlah pemanas tenaga matahari (<em>solar heater</em>). Ini tentu lebih alami dibandingkan dengan pemanas listrik atau gas. Sobat HijauMU juga bisa memasang <em>shower</em> agar lebih menghemat air saat mandi.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="text-align: justify;"><a href="http://bumihijaumu.org/wp-content/uploads/2012/02/11-laundry.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2215" title="11-laundry" src="http://bumihijaumu.org/wp-content/uploads/2012/02/11-laundry-203x300.jpg" alt="" width="203" height="300" /></a>Untuk perabot elektronik, pergunakan alat-alat elektronik yang berlabel hemat energi. Jika tidak digunakan, cabut stop kontaknya karena tetap akan menyedot listrik walaupun alat elektronik tersebut sudah dimatikan. </span>Sobat HijauMU bisa memakai colokan yang dilengkapi dengan pembatas arus listrik dan <em>surge protector</em> atau pelindung agar tegangan listrik tidak naik-turun secara drastis dan tiba-tiba. Jika sudah menggunakan alat ini, Sobat HijauMU tidak perlu khawatir saat lupa mencabut stop kontaknya karena alat tersebut diciptakan untuk menghemat listrik. Hindari pemakaian alat elektronik secara berlebihan di antara pukul 17.00-22.00 karena pada jam tersebut, pemakaian listrik cukup tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa perlakuan khusus terhadap alat elektronik ini juga bisa dilakukan, misalnya untuk mesin cuci, jangan mencuci melebihi kapasitasnya karena ini akan memperlambat putaran mesin sehingga pemakaian listrik menjadi lebih besar. Jika mencuci terlalu sedikit pun akan menjadi tidak efisien karena hanya akan menghamburkan listrik dan air. Jadi, pergunakanlah sesuai dengan kapasitasnya. Kurangi pula pemakaian mesin pengering jika cuaca panas sehingga lebih hemat listrik dan pakaian tidak cepat rusak.</p>
<p style="text-align: justify;">Lain halnya dengan pemakaian setrika. Sobat HijauMU bisa menyetrika dalam jumlah yang lebih banyak untuk menghemat listrik. Sesuaikan panasnya dengan jenis bahan pakaian. Jika perlu, kelompokkan pakaian yang akan disetrika sesuai dengan jenis bahannya sehingga Sobat HijauMU tidak perlu sering-sering mengatur tingkat kepanasan dari setrika tersebut. Agar penghantar panasnya tetap berfungsi dengan baik, Sobat HijauMU juga perlu membersihkan bagian bawah setrika secara teratur.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sumber:<br />
</strong></p>
<ul>
<li>http://www.duniawedding.com/menu-utama/love-nest/1166-perabot-rt-ramah-lingkungan</li>
<li>http://nationalgeographic.co.id/lihat/berita/264/10-cara-jadikan-rumah-ramah-lingkungan</li>
<li>http://www.ciputraentrepreneurship.com/kesehatan/gaya-hidup/13507-tips-gerakan-ramah-lingkungan-di-rumah.html</li>
<li>http://www.radar-bogor.co.id/index.php?rbi=berita.detail&amp;id=86071</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bumihijaumu.org/perabot-rumah-ramah-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ISLIVAS (International Seminar On Livable Space) : Creating Space For Better Life</title>
		<link>http://bumihijaumu.org/islivas-international-seminar-on-livable-space-creating-space-for-better-life/</link>
		<comments>http://bumihijaumu.org/islivas-international-seminar-on-livable-space-creating-space-for-better-life/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 09:03:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan Mendatang]]></category>
		<category><![CDATA[green architecture]]></category>
		<category><![CDATA[green living ideas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bumihijaumu.org/?p=2195</guid>
		<description><![CDATA[Menciptakan bumi yang lebih ramah ditinggali adalah impian kita semua, bukan? Sehubungan dengan hal itu, Universitas Trisakti menggelar sebuah seminar bertajuk ISLIVAS (International Seminar On Livable Space) : Creating Space For Better Life.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://bumihijaumu.org/wp-content/uploads/2012/01/islivas-poster.jpg"><img class="size-medium wp-image-2196 aligncenter" title="islivas poster" src="http://bumihijaumu.org/wp-content/uploads/2012/01/islivas-poster-212x300.jpg" alt="" width="212" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Menciptakan bumi yang lebih ramah ditinggali adalah impian kita semua, bukan? Sehubungan dengan hal itu, Universitas Trisakti menggelar sebuah seminar bertajuk <strong>ISLIVAS (International Seminar On Livable Space) : Creating Space For Better Life.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Seminar sekaligus exhibition dan excursion ini digelar 16-17 February 2012 di SME Tower (Smesco), Nareswara Hall, Jl. gatot Soebroto Kav. 94, Jakarta Selatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Menghadirkan keynote speaker : Dr. Prof. Emil Salim (mantan Menteri Pendidikan RI) dan main speaker nasional dan internasional). Sobat BumihijauMU juga bisa melihat karya hasil studi mahasiswa ITB dan ITS yang concern dg sustainable dan livable space.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>*) klik poster untuk memperbesar.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bumihijaumu.org/islivas-international-seminar-on-livable-space-creating-space-for-better-life/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Energi Alternatif dari Sampah</title>
		<link>http://bumihijaumu.org/energi-alternatif-dari-sampah/</link>
		<comments>http://bumihijaumu.org/energi-alternatif-dari-sampah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 05:09:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Green Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[global warming]]></category>
		<category><![CDATA[green living facts]]></category>
		<category><![CDATA[Recycle]]></category>
		<category><![CDATA[save the energy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bumihijaumu.org/?p=2184</guid>
		<description><![CDATA[Selain dampak negatif, ternyata ada hal positif juga yang bisa dihasilkan oleh sampah. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, sampah dapat diolah menjadi bentuk lain yang lebih bermanfaat. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Siapa yang tidak mengenal sampah. Sampah adalah sesuatu yang dibuang karena sudah tidak terpakai lagi. Contohnya seperti kertas, plastik, bahkan makanan sisa. Di Indonesia sendiri, sampah yang paling banyak dihasilkan berasal dari sisa kegiatan rumah tangga. Coba hitung, berapa banyak sampah yang biasa Sobat HijauMU hasilkan setiap harinya?</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://bumihijaumu.org/wp-content/uploads/2012/01/containers-recycling-trash-bins.jpg"><img class="size-medium wp-image-2186 aligncenter" title="containers-recycling-trash-bins" src="http://bumihijaumu.org/wp-content/uploads/2012/01/containers-recycling-trash-bins-300x191.jpg" alt="" width="300" height="191" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan sifatnya, sampah biasanya terbagi menjadi dua macam, yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik atau <em>biodegradable waste</em> merupakan sampah yang dapat diuraikan, misalnya makanan sisa, dedaunan, binatang, dan sebagainya. Selanjutnya sampah organik ini bisa diolah dan dikembangkan menjadi kompos. Sedangkan, sampah anorganik atau <em>nonbiodegradable waste</em> merupakan sampah yang tidak dapat diuraikan di alam bebas, seperti plastik, logam, styrofoam, dan sebagainya. Pada umumnya, sampah anorganik ini bisa didaur ulang menjadi bentuk lain yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomis.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang ini, sampah memang sudah menjadi ancaman tersendiri bagi masyarakat. Tumpukan sampah yang menggunung di Tempat Penampungan Sampah (TPS) tentu menimbulkan bau yang tak sedap dan bisa menjadi sarang penyakit, terutama masyarakat yang tinggal di sekitar TPS. Belum lagi sampah-sampah yang terbawa bersama aliran air sungai atau menyumbat saluran air, ini tentu bisa menyebabkan banjir. Hal ini sudah terjadi di beberapa kota besar di Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain dampak negatif, ternyata ada hal positif juga yang bisa dihasilkan oleh sampah. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, sampah dapat diolah menjadi bentuk lain yang lebih bermanfaat. Misalnya, kompos yang berasal dari sampah daun atau berbagai benda hasil daur ulang dari kertas dan plastik. Selain bisa digunakan sendiri, hasil pengolahan sampah ini tentu bisa mendatangkan uang dan menambah penghasilan Sobat HijauMU. Oleh karena itu, biasakan untuk memilah-milah sampah sebelum dibuang. Sebaiknya sediakan dua macam tempat sampah, yaitu tempat sampah organik dan anorganik. Dengan cara seperti ini, proses pengolahan sampah pun akan menjadi lebih mudah.</p>
<p style="text-align: justify;">Ternyata, selain menjadi kompos atau benda daur ulang, sampah juga bisa dimanfaatkan menjadi energi alternatif berupa energi listrik. Ini bisa menjadi penanggulangan terhadap masalah sampah yang banyak terjadi di Indonesia. Beberapa negara maju di dunia seperti Denmark, Swiss, Amerika Serikat, Jepang, Belanda, dan Perancis sudah menerapkan proses pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy) ini sejak lama. Bahkan di negara Denmark, 54% sampahnya sudah diubah menjadi energi listrik. Di Indonesia sendiri, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sudah mulai dilakukan di beberapa kota, seperti Bandung dan Bekasi.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://bumihijaumu.org/wp-content/uploads/2012/01/turn_trash_into_power_gazbo-copy.jpg"><img class="size-medium wp-image-2187 aligncenter" title="turn_trash_into_power_gazbo copy" src="http://bumihijaumu.org/wp-content/uploads/2012/01/turn_trash_into_power_gazbo-copy-300x210.jpg" alt="" width="300" height="210" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Sampah memang cukup potensial untuk dijadikan sumber energi alternatif. Dalam satu hari, masyarakat kota dapat menghasilkan sampah sebanyak 900 gram, 70% berupa sampah organik dan 30% berupa sampah anorganik. Jumlah ini masih bisa meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan gaya hidup. Dengan adanya PLTSa ini, berbagai masalah akibat sampah bisa diatasi sekaligus bisa menghasilkan energi yang dibutuhkan oleh Sobat HijauMU.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy) pada prinsipnya adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Memilah sampah, ini dilakukan untuk memisahkan sampah yang masih bisa didaur ulang, sedangkan sisanya dimasukkan ke dalam tungku insinerator untuk dibakar.</li>
<li style="text-align: justify;">Membakar sampah, tentu ini dilakukan dengan menerapkan teknologi pembakaran sehingga lebih efektif dan tentu saja aman bagi lingkungan. Pembakaran dilakukan hingga suhu di atas 1.300<sup>o</sup>C. Asap sisa pembakaran pun dikendalikan sehingga sesuai dengan standar baku mutu emisi gas buang. Pembakaran sampah ini tentu akan menghasilkan panas yang selanjutnya akan dimanfaatkan untuk memanaskan boiler. Uap panas yang dihasilkan bisa dipakai untuk memutar turbin sehingga generator listrik pun bisa digerakkan.</li>
<li style="text-align: justify;">Memanfaatkan abu sisa pembakaran. Abu sisa pembakaran yang dihasilkan hanya sekira 5% dari berat atau volume sampah sebelum dibakar. Abu ini bisa digunakan sebagai bahan baku batako atau bahan bangunan lainnya.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Sumber:</strong></p>
<ul>
<li>http://www.alpensteel.com/article/67-107-energi-bio-gas/1047<br />
&#8211;energi-alternatif-dari-biogas.html</li>
<li>http://www.alpensteel.com/article/56-110-energi-sampah&#8211;pltsa/2594<br />
&#8211;pltsa-pembangkit-listrik-tenaga-sampah.html</li>
<li>http://isidunia.com/2011/04/inilah-proses-pembangkit-listrik-tenaga-sampah.html</li>
<li>http://megapolitan.kompas.com/read/2010/03/08/15243817/<br />
Wah..Indonesia.Punya.Pembangkit.Listrik.Tenaga.Sampah</li>
</ul>
<p><strong>Sumber gambar:</strong></p>
<ul>
<li>http://www.instablogsimages.com/1/2011/10/22/turn_trash_into_power_gazbo.png</li>
<li>http://epsos.de/files/containers-recycling-trash-bins.JPG</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bumihijaumu.org/energi-alternatif-dari-sampah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memulai Hemat Energi dari Dapur</title>
		<link>http://bumihijaumu.org/memulai-hemat-energi-dari-dapur/</link>
		<comments>http://bumihijaumu.org/memulai-hemat-energi-dari-dapur/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2012 10:09:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Green Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[green living facts]]></category>
		<category><![CDATA[green living ideas]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bumihijaumu.org/?p=2174</guid>
		<description><![CDATA[Dapur yang sehat memang menjadi dambaan bagi setiap orang. Kesehatan dapur dapat diwujudkan dengan mengaplikasikan desain yang tepat dan memperhatikan kesehatan lingkungan. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dapur yang sehat memang menjadi dambaan bagi setiap orang. Kesehatan dapur dapat diwujudkan dengan mengaplikasikan desain yang tepat dan memperhatikan kesehatan lingkungan. Kondisi pencahayaan dan penghawaan di dapur sangat mempengaruhi tingkat hidienitas dapur. Tahukah Sobat HijaMU, bahwa udara lembap yang disebabkan minimnya pencahayaan dapat memberikan kesempatan untuk tumbuhnya jamur atau mikroba?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Efektif Pemanfaatan Cahaya</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pemanfaatan cahaya matahari dapat menjadi salah satu alternatif untuk mewujudkan ruangan yang sehat dan kualitas udara yang baik. Apalagi dengan penggunaan cahaya alami, sobat HijauMU dapat lebih menghemat energi. Untuk mendapatkan cahaya alami secara maksimal, tempatkan area dapur untuk lebih dekat dengan ruang luar. Bukaan yang lebar pada sisi dinding, juga dapat menjadi alternatif, agar cahaya alami yang masuk menjadi lebih maksimal. Area memasak dan mencuci merupakan area yang sering digunakan. Tempatkan area tersebut sisi yang terkena dengan cahaya matahari langsung. Disamping itu, area tersebut akan tetap kering sehingga kualitas udara dapat lebih terjaga.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://bumihijaumu.org/wp-content/uploads/2012/01/kitchen-window.jpg"><img class="size-medium wp-image-2175 aligncenter" title="kitchen window" src="http://bumihijaumu.org/wp-content/uploads/2012/01/kitchen-window-300x203.jpg" alt="" width="300" height="203" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Pastikan area dapur memiliki bukaan ventilasi berupa jendela minimal 20 persen dari luas lantai. Dapur akan selalu sehat dan hemat energy karena tidak terlalu memerlukan lampu listrik sebagai penerang di siang hari. Selain sirkulasi dan kualitas udara yang harus terjaga dengan baik, kebersihan area dapur pun harus tetap terjaga.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebaiknya, area dapur juga memiliki pencahayaan buatan yang cukup terang untuk malam hari. Penerangan buatan harus memadai (tidak redup dan tidak silau) untuk melakukan setiap pekerjaan dan melihat perubahan warna makanan. Penerangan yang terlalu redup atau terlalu terang dapat menyebabkan mata tegang dan lelah. Sobat HijaMU dapat menggunakan lampu neon atau fluorescent yang terkenal efisien dan tahan lama.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hemat Penggunaan Energi di Dapur</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Aktifitas didapur sangatlah variatif. Seperti yang Sobat HijauMU ketahui, dapur merupakan ruang pengolahan makanan yang digunakan setiap hari. Dalam prosesnya, pengolahan tersebut memerlukan air, api listrik, gas dan bahan bakar lain. Secara tidaklangsung, penggunaan energy terbanyak di dalam rumah, terdapat di area dapur. Dengan penggunaan peralatan dan bahan bakar yang efisien, pada akhirnya, dapat menghemat penggunaan energi di rumah.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://bumihijaumu.org/wp-content/uploads/2012/01/542413_on_the_burner.jpg"><img class="size-full wp-image-2176 aligncenter" title="542413_on_the_burner" src="http://bumihijaumu.org/wp-content/uploads/2012/01/542413_on_the_burner.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak perlu khawatir, berikut langkah-langkah sederhana agar sobat HijauMU dapat lebih hemat dalam peggunaan energi di dapur.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Tutuplah panci atau penggorengan pada saat memasak, untuk mencegah hilangnya panas yang dihasilkan oleh api.</li>
<li>Pastikan nyala api kompor merata pada permukaan bagian bawah wajan atau panci. Bila terdapat nyala api pada samping wajan, berarti pendistribusian panas tidak efisen sehinggan terjadi pemborosan energi.</li>
<li>Gunakan peralatan masak multifungsi, agar energi yang dipakai, fokus pada satu alat masak.</li>
<li>Matikan kompor sebelum masakan benar-benar matang. Biarkan panas yang tersisa, melanjutkan proses pematangan masakan.</li>
<li>Gunakan panci bertekanan tinggi, agar proses pematangan dapat lebih cepat dan efisien.</li>
<li>Dalam penempatannya, usahakan lemari pendingin tidak berdekatan dengan kompor. Perbedaan temperatur yang ekstrim, dapat mengurangi efisiensi kerja setiap alat.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
<p><strong>Sumber:</strong></p>
<ul>
<li>http://www.ideaonline.co.id/iDEA/Dapur/Artikel/Dapur-Sehat-Hemat-Energi</li>
<li>Tabloid Rumah : http://nasional.kompas.com/read/2008/06/04/13150230/ memulai.hemat.energi.dari.dapur</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bumihijaumu.org/memulai-hemat-energi-dari-dapur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membangkitkan Listrik Sendiri di Rumah</title>
		<link>http://bumihijaumu.org/membangkitkan-listrik-sendiri-di-rumah/</link>
		<comments>http://bumihijaumu.org/membangkitkan-listrik-sendiri-di-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2012 04:23:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Green Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[green buildings]]></category>
		<category><![CDATA[green living]]></category>
		<category><![CDATA[save the energy]]></category>
		<category><![CDATA[solar panel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bumihijaumu.org/?p=2161</guid>
		<description><![CDATA[Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghemat penggunaan listrik. Salah satunya yaitu dengan pemasangan panel surya atau solar cell. Panel surya berfungsi untuk mengubah sinar matahari menjadi energi listrik.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghemat penggunaan listrik. Salah satunya yaitu dengan pemasangan panel surya atau solar cell. Panel surya berfungsi untuk mengubah sinar matahari menjadi energi listrik. Listrik yang dihasilkan kemudian disimpan di dalam aki dan dapat digunakan untuk menyalakan berbagai alat elektronik yang Sobat HijauMU miliki. Jadi, Sobat HijauMU bisa membangkitkan listrik di rumah sendiri, tak perlu menggunakan pembangkit listrik yang berukuran jumbo.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://bumihijaumu.org/wp-content/uploads/2012/01/sun-solar-panels.jpg"><img class="size-medium wp-image-2166 aligncenter" title="sun-solar-panels" src="http://bumihijaumu.org/wp-content/uploads/2012/01/sun-solar-panels-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat Sobat HijauMU memutuskan untuk menggunakan panel surya ini. Ini berkaitan dengan karakteristik dari panel surya tersebut.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Sesuai dengan namanya, panel surya tentu memerlukan sinar matahari sebagai sumber energi utamanya. Oleh karena itu, letakkan panel surya di tempat yang tidak terhalangi oleh apapun sepanjang pagi hingga sore hari.</li>
<li>Panel surya dapat menghasilkan listrik dengan arus searah atau DC. Jadi, gunakan lampou DC seperti lampu LED sehingga efisiensinya lebih tinggi.</li>
<li>Pasang kabel baru yang dikhususkan untuk listrik arus searah untuk peralatan seperti lampu LED, kamera CCTV, wifi, dan sebagainya.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Lampu LED atau Light Emiting Diode merupakan jenis lampu hemat energi yang menggunakan arus listrik DC. Lampu LED dengan daya 3 watt itu setara dengan lampu untuk arus listrik AC dengan daya 15 watt. Keuntungan dari pemakaian lampu LED ini jelas dari segi energi yang terpakai akan lebih kecil, keandalannya sampai 10 kali lebih baik daripada lampu biasa, dan menggunakan kabel listrik dengan 2 inti. Namun, penggunaan lampu LED ini juga memiliki kekurangan. Karena dirancang untuk arus listrik DC, maka pemasangannya harus disertai dengan instalasi kabel baru. Selain itu, biaya pengadaannya pun lebih mahal dibandingkan pemasangan lampu biasa. Berikut adalah contoh perbandingan lampu LED dengan lampu biasa.</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="163">
<p align="center"><strong>Pembanding</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="248">
<p align="center"><strong>Lampu AC</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="205">
<p align="center"><strong>Lampu LED</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="163">
<p align="center">Voltage</p>
<p align="center">Daya</p>
<p align="center">Waktu Pemakaian</p>
<p align="center">Harga</p>
</td>
<td valign="top" width="248">
<p align="center">220 VAC</p>
<p align="center">15 watt</p>
<p align="center">6.000 jam</p>
<p align="center">±Rp25.000,-</p>
</td>
<td valign="top" width="205">
<p align="center">12 VDC</p>
<p align="center">3 watt</p>
<p align="center">50.000 jam</p>
<p align="center">±Rp250.000,-</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><em>Sumber: http://www.panelsurya.com/</em></p>
<p style="text-align: justify;">Jika Sobat HijauMU berencana untuk membangun rumah, sebaiknya gunakan listrik yang bersumber dari PLN serta pasang panel surya. Listrik PLN bermanfaat untuk sebagian penggunaan listrik, terutama perangkat arus bolak-balik (AC) seperti pendingin ruangan, kulkas, sebagian penenrangan, dan sebagainya. Sedangkan, panel surya bermanfaat untuk perangkat listrik yang menggunakan arus searah. Jika listrik DC yang tersimpan di dalam aki akan digunakan untuk mengoperasikan perangkat AC, diperlukan sebuah inverter sehingga dapat mengubah arus listrik DC menjadi AC. Kebutuhan daya dapat disesuaikan dengan panel sel surya, inverter, dan aki.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://bumihijaumu.org/wp-content/uploads/2012/01/solar_panels_on_house.jpg"><img class="size-medium wp-image-2167 aligncenter" title="solar_panels_on_house" src="http://bumihijaumu.org/wp-content/uploads/2012/01/solar_panels_on_house-300x230.jpg" alt="" width="300" height="230" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak hanya dapat menghasilkan listrik yang bersih dan ramah lingkungan, panel surya ternyata juga dapat mendinginkan rumah atau tempat Sobat HijauMU memasang panel surya tersebut. Jadi, sekelompok peneliti yang dipimpin oleh Dosen Teknik Lingkungan di Jacobs School of Engineering di University of California (UC), Jan Kleissl, menemukan adanya manfaat pendinginan temperatur yang dihasilkan oleh panel photovoltaic surya. Pada siang hari, suhu langit-langit bangunan di bagian bawah panel surya ternyata 3oC lebih dingin dibandingkan langit-langit di bawah atap biasa. Sedangkan, pada malam hari panel tersebut akan menjaga panas di dalam bangunan. Ini tentu sangat berguna untuk mengurangi biaya pemakaian alat pemanas ruangan, terutama di negara-negara yang mengalami empat musim.</p>
<p style="text-align: justify;">Panel surya memiliki fungsi seperti penutup atap. Jadi, atap yang biasanya terkena sinar matahari langsung sehingga panasnya sampai menembus atap dan langit-langit bangunan, kini terhalang karena adanya panel surya. Oleh karena itu, sebagian panas hilang tebawa angin yang berembus di antara atap dan panel. Jika ada celah yang terbuka, manfaat pendinginan akan lebih terasa karena udara dapat lebih mudah bersirkulasi di antara bangunan dan panel surya. Dengan demikian, panel yang dipasang pada atap yang miring akan memberikan pengaruh pendinginan yang lebih besar. Hasil penelitian menyebutkan bahwa panel surya dapat menurunkan panas pada atap sampai 38%.</p>
<p><strong>Sumber:</strong></p>
<ul>
<li>http://www.panelsurya.com/</li>
<li>http://rumahenergi.com/panel-surya-dirumah-dapat-mendinginkan-rumah-dan-membangkitkan-listrik-66</li>
</ul>
<p><strong>Sumber gambar:</strong></p>
<ul>
<li>http://www.solarpanelsnevada.com/images/sun-solar-panels.jpg</li>
<li>http://www.housingenergyadvisor.com/blog/wp-content/uploads/2010/09/solar_panels_on_house.jpg</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bumihijaumu.org/membangkitkan-listrik-sendiri-di-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tahun Baru, Energi Alternatif Baru</title>
		<link>http://bumihijaumu.org/tahun-baru-energi-alternatif-baru/</link>
		<comments>http://bumihijaumu.org/tahun-baru-energi-alternatif-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 05:32:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Green Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[alternative energy]]></category>
		<category><![CDATA[global warming]]></category>
		<category><![CDATA[green living]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bumihijaumu.org/?p=2140</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kehidupan sehari-hari, apalagi di zaman yang serba modern seperti sekarang, Sobat HijauMU tentu sangat membutuhkan energi. Jika sumbernya habis sedangkan ketersediaannya masih sangat dibutuhkan, tentu Sobat HijauMU harus mencari sumber energi alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi kekurangan energi tersebut.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;" align="center"><a href="http://bumihijaumu.org/wp-content/uploads/2012/01/alternative-energy-carbon-offsets2.jpg"><img class="size-medium wp-image-2148 aligncenter" title="alternative-energy-carbon-offsets2" src="http://bumihijaumu.org/wp-content/uploads/2012/01/alternative-energy-carbon-offsets2-300x178.jpg" alt="" width="300" height="178" /></a></p>
<p style="text-align: justify;" align="center">Dalam kehidupan sehari-hari, apalagi di zaman yang serba modern seperti sekarang, Sobat HijauMU tentu sangat membutuhkan energi. Mulai dari energi listrik, energi gas, energi bahan bakar, dan sebagainya. Apalagi sebagian besar perlengkapan rumah tangga yang Sobat HijauMU gunakan merupakan alat elektronik yang tentu membutuhkan listrik. Belum lagi kendaraan yang menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM). Secara tidak langsung, jika energi itu terus digunakan tanpa adanya pembaruan, tentu lama-kelamaan sumber energi itu akan habis. Sebagai contoh, BBM berasal dari minyak bumi yang merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Jika sumbernya habis sedangkan ketersediaannya masih sangat dibutuhkan, tentu Sobat HijauMU harus mencari sumber energi alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi kekurangan energi tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Energi alternatif adalah segala bentuk energi buatan yang dapat digunakan untuk mengganti fungsi dari energi yang sudah ada tanpa mendatangkan akibat yang tidak diinginkan dari pemakaian energi alternatif terseebut (Sumber: Wikipedia). Pada dasarnya, adanya energi alternatif sangat bermanfaat untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil yang dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan karena adanya emisi karbon dioksida yang cukup tinggi. Inilah yang pada akhirnya memicu pemanasan global. Istilah “alternatif” sendiri mengarah kepada teknologi yang dapat menghasilkan energi selain bahan bakar fosil. Ada berbagai macam bahan yang kini telah dikembangkan menjadi energi alternatif, seperti biodiesel dari biji jarak, biogas dari kotoran hewan, alat pengering tenaga matahari, dan sebagainya. Meskipun energi alternatif ini sudah semakin dikembangkan, namun minat masyarakat ternyata masih sangat rendah. Ini karena masyarakat sudah terbiasa untuk menggunakan bahan bakar fosil.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain yang sudah disebutkan di atas, ada satu sumber energi alternatif lain yang kini sedang dikembangkan oleh sekelompok ilmuwan dari Universitas Campinas, Brasil. Sumber energi alternatif itu adalah air yang terkandung di dalam atmosfer bumi. Para ilmuwan ini memperkirakan di dalam air tersebut tersimpan muatan listrik yang bisa ditransfer ke setiap materi yang bersentuhan dengannya. Energi alternatif yang mereka temukan ini diberi nama higroelektrisitas atau tenaga listrik higro yang berarti listrik tersimpan dan kelembapan. Penemuan higroelektrisitas ini bisa saja menjadi satu gebrakan baru dalam dunia energi alternatif sehingga bisa menjadi salah satu sumber energi alternatif untuk masa  depan. Efek yang dikeluarkan oleh energi ini sangat mirip dengan tenaga solar. Ini tentu sangat bermanfaat untuk menghemat biaya pemakaian listrik sehari-hari.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://bumihijaumu.org/wp-content/uploads/2012/01/alternative_energy_sources1.jpg"><img class="size-medium wp-image-2151 aligncenter" title="alternative_energy_sources1" src="http://bumihijaumu.org/wp-content/uploads/2012/01/alternative_energy_sources1-300x195.jpg" alt="" width="300" height="195" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya, sejak abad ke-18, para ilmuwan telah melakukan penelitian apakah air dapat menyimpan tenaga listrik dan mengeluarkannya  kembali dalam bentuk pelepasan (discharge). Tentu pada saat itu tidak ada orang yang mempercayai hal tersebut. Baru pada tahun 1840, para pekerja dari Inggris bercerita bahwa mereka dapat merasakan sengatan listrik yang menyakitkan saat tubuhhnya bersentuhan dengan uap yang keluar dari sebuah bejana.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam prinsip elektronetralitas, suatu jumlah dari benda yang sempurna pada dasarnya murni dan netral (tidak bermuatan alias kosong). Namun, ternyata prinsip ini tidak berlaku bagi titik-titik air yang kecil dan besar di atmosfer. Ini disebabkan karena zat yang berada di alam itu tidak murni. Pada tahun 2009, dua orang ilmuwan dari Universitas Washington yaitu Dr. Kate Ovchinnikova dan Dr. Gerard Pollack menerbitkan laporan penelitian yang menyatakan bahwa sebenarnya, air bisa menyimpan muatan listrik. Para ilmuwan lalu membuat simulasi kontak antara air dan partikel dari silisium fosfat dan alimunium fosfat yang banyak terdapat di udara. Seiring dengan naiknya kelembapan udara, partikel silisium akan berubah sehingga bermuatan negatif, sedangkan partikel alumunium menjadi positif. Dari sini dapat disimpulkan bahwa air bisa saling bertukar muatan dengan partikel-partikel tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Ini merupakan sebuah petunjuk bahwa air di dalam atmosfer dapat mengumpulkan muatan-muatan listrik lalu memindahkannya ke dalam benda yang bersentuhan dengan partikel air tersebut. Penelitian ini pun bisa dikembangkan sehingga pada akhirnya dapat menemukan meteran listrik yang dapat mengukur higroelektrisitas dan memakainya seperti fungsi sel solar. Selain itu, jika proses terbentuk dan terdistribusinya listrik di atmosfer sudah dketahui, tidak menutup kemungkinan jika nanti kecelakaan dan kerusakan akibat petir bisa dicegah.</p>
<p style="text-align: justify;">Hingga kini, para peneliti masih melakukan eksperimen terhadap berbagai macam logam untuk mengetahui bahan mana yang paling sempurna untuk menyimpan higroelektrisitas. Selain itu, jika teknologi ini sudah dikembangkan, pada akhirnya akan ada alat penyimpan higroelektrisitas di setiap atap rumah untuk mencegah petir atau badai.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sumber:<br />
</strong></p>
<ul style="text-align: justify; width: 450px;">
<li>http://erabaru.net/iptek/55-iptek/18484-tenaga-listrik-dari-kelembaban-udara-alternatif-energi-baru</li>
</ul>
<ul style="text-align: justify;">
<li>http://id.wikipedia.org/wiki/Energi_alternatif</li>
</ul>
<ul style="text-align: justify; width: 450px;">
<li>http://sains.kompas.com/read/2009/04/14/22243529/penggunaan.energi.alternatif. masih.rendah</li>
</ul>
<p><strong>Sumber gambar:</strong></p>
<ul>
<li>http://www.dasolar.com/images/pages/alternative-energy-carbon-offsets2.jpg</li>
<li>http://grandwindpower.com/blog/wp-content/uploads/alternative_energy_sources1.jpg</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bumihijaumu.org/tahun-baru-energi-alternatif-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menanam Pohon Meneduhkan Rumah</title>
		<link>http://bumihijaumu.org/menanam-pohon-meneduhkan-rumah/</link>
		<comments>http://bumihijaumu.org/menanam-pohon-meneduhkan-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 11:12:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Green Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[green living facts]]></category>
		<category><![CDATA[green living ideas]]></category>
		<category><![CDATA[green living tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bumihijaumu.org/?p=2121</guid>
		<description><![CDATA[Bumi semakin panas! Ya, itu mungkin yang Sobat HijauMU rasakan sekarang ini. Jika dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu, suhu lingkungan pada saat itu belum sepanas seperti sekarang ini. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasinya adalah dengan menanam pohon. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bumi semakin panas!</p>
<p style="text-align: justify;">Ya, itu mungkin yang Sobat HijauMU rasakan sekarang ini. Jika dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu, suhu lingkungan pada saat itu belum sepanas seperti sekarang ini. belum lagi ditambah dengan musim pancaroba yang semakin tidak jelas. Saat di Indonesia seharusnya sudah memasuki musim penghujan, tetap saja di beberapa daerah mengalami kekeringan. Selain itu, banyaknya kendaraan bermotor dan juga pabrik-pabrik yang menyebabkan polusi turut meningkatkan pemanasan global sehingga suhu lingkungan pun semakin meningkat.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://bumihijaumu.org/wp-content/uploads/2011/12/maui-view.jpg"><img class="size-medium wp-image-2122 aligncenter" title="maui-view" src="http://bumihijaumu.org/wp-content/uploads/2011/12/maui-view-300x221.jpg" alt="" width="300" height="221" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasinya adalah dengan menanam pohon. Menanam pohon di lingkungan sekitar atau di pekarangan rumah dapat mendatangkan banyak manfaat, salah satunya adalah dapat meneduhkan rumah. Selain itu, pepohonan juga dapat menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen yang sangat bermanfaat bagi kehidupan kita. Pohon juga dapat menurunkan suhu lingkungan dengan cara menghasilkan uap air yang dikeluarkan melalui mulut daun. Makanya saat berada di bawah pohon yang rindang, kita akan merasa sejuk dan nyaman. Selain itu, pohon-pohon yang ada juga dapat menahan air hujan sehingga lingkungan kita akan terhindar dari banjir. Tanah pun akan ikut menjadi stabil dengan adanya pohon sehingga dapat mencegah bahaya longsor.</p>
<p style="text-align: justify;">Adanya pohon juga bisa meningkatkan nilai sebuah rumah, <em>lho</em>! Coba jika Sobat HijauMU bandingkan dua buah rumah, yang satu terlihat gersang sedangkan yang lainnya rimbun oleh pepohonan. Mana yang akan Sobat HijauMU pilih? Tentu kalian akan lebih memilih rumah yang dihiasi oleh pepohonan rindang bukan? Pepohonan ini bisa dimanfaatkan juga sebagai tempat tinggal beberapa jenis binatang seperti burung. Sobat HijauMU juga bisa mendapat manfaat lebih dari pohon-pohon tersebut karena bisa menghasilkan buah-buahan atau malah obat herbal dari halaman sendiri.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://bumihijaumu.org/wp-content/uploads/2011/12/TREE-HOZ.jpg"><img class="size-medium wp-image-2125 aligncenter" title="TREE HOZ" src="http://bumihijaumu.org/wp-content/uploads/2011/12/TREE-HOZ-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Demikian banyaknya manfaat yang diberikan oleh pohon, ya? Jadi, tak ada salahnya kan kalau Sobat HijauMU mulai menanam pohon di halaman rumah yang masih kosong? Selain bisa mendapatkan manfaat bagi diri sendiri, penanaman pohon di halaman rumah juga bisa menjadi tren tersendiri dalam menyelamatkan lingkungan. Jika lahan kosong yang ada tidak terlalu besar, Sobat HijauMU bisa memanfaatkan pot berukuran sedang atau besar, sesuai dengan lahan yang ada, untuk menanam pohon tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada beberapa tips yang bisa Sobat HijauMU terapkan saat akan menanam pohon di rumah sendiri. Pertama, pastikan Sobat HijauMU mengikuti aturan penanaman pohon. Perhatikan letak dan jarak penanaman pohon. Jaraknya jangan terlalu berdekatan karena malah akan mengganggu pemandangan saat pohon sudah tumbuh besar. Kemudian, pilihlah pohon yang berdaun lebar dan berwarna hijau cerah. Jenis pohon seperti ini biasanya akan menghasilkan oksigen yang lebih banyak karena pohon tersebut memiliki klorofil yang lebih banyak serta bisa meredam suara bising. Sobat HijauMU juga bisa memilih pohon yang bisa meneduhkan bagian rumah yang menghadap ke arah matahari. Jenis pohon seperti mahoni, tanjung, dan asam selain bermanfaat untuk meneduhkan rumah juga dapat menyerap karbon dioksida dengan optimal. Ini tentu dapat mengurangi tingkat polusi di lingkungan sekitar Sobat HijauMU, bukan?</p>
<p style="text-align: justify;">Sobat HijauMU juga bisa memilih pohon dengan fungsi ganda, misalnya selain bermanfaat sebagai peneduh, pilihlah pohon yang bisa menghasilkan buah seperti mangga, jambu air, atau belimbing. Sobat HijauMU juga bisa memilih pohon yang menghasilkan bunga yang indah seperti bunga merak atau kaliandra. Jika Sobat HijauMU memiliki lahan yang sempit, selain menggunakan pot, Sobat HijauMU juga bisa menanam pohon yang berfungsi sebagai pagar hidup seperti bambu pagar atau jenis tanaman teh-tehan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Source:<br />
</strong>http://www.ideaonline.co.id/iDEA/Blog/Taman/Tanam-Pohon-Selamatkan-Lingkungan</p>
<p>http://www.hijauku.com/2011/04/26/tips-menanam-pohon-di-taman-rumah/</p>
<p>http://docs.google.com/viewer</p>
<p>http://akuinginhijau.org/2011/10/03/pohon-menambah-nilai-rumah-anda/</p>
<p>http://khedanta.wordpress.com/2011/06/20/penanaman-pohon-untuk-mengurangi-kebisingan-ke-dalam-rumah/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bumihijaumu.org/menanam-pohon-meneduhkan-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Resolusi Hijau 2012</title>
		<link>http://bumihijaumu.org/resolusi-hijau-2012/</link>
		<comments>http://bumihijaumu.org/resolusi-hijau-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 09:34:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Green Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[global warming]]></category>
		<category><![CDATA[green living tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bumihijaumu.org/?p=2095</guid>
		<description><![CDATA[Tapi bukan itu yang ingin saya bicarakan disini. Kita akan membicarakan mengenai apa saja resolusi hijau yang akan dilakukan di tahun 2012. Dari survey sederhana pada beberapa teman yang membuat resolusi pribadi, berikut beberapa resolusi yang bisa Sobat HijauMU lakukan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tahun 2011 akan berakhir dalam hitungan hari berganti menjadi 2012, tidak terasa ya, setahun sudah hampir berlalu. Banyak kejadian-kejadian sepanjang tahun ini, dari mulai politik, bencana alam, peristiwa-peristiwa besar yang terjadi di negara lain termasuk beberapa inovasi fashion yang membuat saya cukup takjub karena mulai mengarah ke dalam apa yang disebut, eco fashion. Dari mulai tas, sepatu, baju, materialnya menggunakan bahan-bahan yang disebut eco ini, bisa daur ulang bisa juga menggunakan bahan yang sangat ramah lingkungan.</p>
<p>Tapi bukan itu yang ingin saya bicarakan disini. Kita akan membicarakan mengenai apa saja resolusi hijau yang akan dilakukan di tahun 2012. Dari survey sederhana pada beberapa teman yang membuat resolusi pribadi, berikut beberapa resolusi yang bisa Sobat HijauMU tiru:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Mengurangi sampah plastik. Jika berbelanja di mini market atau swalayan, kita cenderung membawa pulang juga plastik-plastik untuk membawa belanjaan kita. Dari mulai plastik kecil, sedang, sampai yang besar kita punya di rumah. Cobalah untuk membawa tas sedang atau besar dari bahan daur ulang yang sekarang juga sudah banyak dijual di supermarket-supermarket besar untuk membawa barang belanjaan. Kalau tidak mau repot-repot membawa tas belanja itu, kita bisa mencari tas belanja yang dapat dilipat menjadi kecil.<a href="http://bumihijaumu.org/wp-content/uploads/2011/12/not-plastic-bag.jpg"><img class="alignleft  wp-image-2103" title="not plastic bag" src="http://bumihijaumu.org/wp-content/uploads/2011/12/not-plastic-bag-255x300.jpg" alt="" width="184" height="216" /></a>Saya ingat artis asal Inggris bernama Keira Knightley mempopulerkan tas belanja berbahan kanvas tapi masih terlihat fashionable dengan bertuliskan “I’m Not Plastic Bag”. Keira terkenal benar-benar tidak mau memakai plastik untuk membawa belanjaannya di supermarket tetapi menggunakan tas itu. Sayangnya, di Indonesia tas belanja seperti milik Keira itu masih sebatas digunakan sebagai tas ‘gaul’ yang belum digunakan semaksimal mungkin sebagai tas belanja pengganti plastik. Jadi, kalau ingin seperti Keira, yuk tolak tas plastik dan mulai bawa kantong belanja sendiri!</li>
<li>Kurangi jajan dan membawa bekal sendiri. Saya melihat adanya tren dari selebritis-selebritis luar yang sering difoto oleh paparazzi membawa tumbler. Jika mereka ingin membeli kopi, mereka tidak menggunakan gelas dari kedai kopi, mereka akan menggunakan tumbler itu. Kenapa? Karena jika minuman di tumbler mereka habis, mereka tinggal mencucinya atau membersihkannya dengan air lalu dapat mengisinya lagi dengan minuman yang mereka mau. Dengan begitu mereka sudah mengurangi sampah gelas minuman yang terbuat dari stryofoam atau karton. Memakai tumbler itu keren.<a href="http://bumihijaumu.org/wp-content/uploads/2011/12/Four_Tumblers.jpg"><img class="alignright  wp-image-2104" title="Four_Tumblers" src="http://bumihijaumu.org/wp-content/uploads/2011/12/Four_Tumblers-240x300.jpg" alt="" width="192" height="240" /></a>Saya perhatikan juga penjual makanan kaki lima sekarang cenderung memakai bungkus stryofoam. Padahal dahulu sudah malah menggunakan kertas bungkus coklat yang gampang hancur dan didaur ulang. Karena tidak mungkin kita marah-marah sama penjual makanannya karena ganti packaging, mengapa kita tidak membawa tempat bekal sendiri untuk menaruh makanan yang akan kita beli? Karena selain mengurangi sampah sytorofoam, kita juga tidak beresiko terkena zat kimia dari wadah sytorofoam itu sendiri. Wadah sytorofoam jika terkena panas dari makanan akan memuai dan bercampur dengan makanan itu sendiri. Berbahaya sekali bukan?</li>
<li>Membawa plastik untuk sampah sendiri di dalam tas jika akan bepergian. Tidak semua tempat yang kita kunjungi tersedia banyak tong sampah, jadi daripada kita seenaknya membuang sampah atau bahkan membuang sampah secara sembunyi-sembunyi, lebih baik kita tampung dulu di tas plastik yang kita bawa dari rumah.<br />
<span style="text-align: left;"><br />
</span></li>
<li><span style="text-align: left;"><span style="text-align: left;"><span style="text-align: left;"><span style="text-align: left;">Menggunakan transportasi publik lebih sering. Ya walaupun pada prakteknya kita lebih nyaman untuk menggunakan kendaraan pribadi dibanding naik kendaraan umum karena banyak asap rokok, bau ketiak, bau badan orang lain, perilaku supir yang ugal-ugalan, serta aksi ngetem atau berhenti cukup lama untuk mencari penumpang. Karena itu, yang saya tekankan adalah untuk lebih sering menggunakan transpotrasi publik. Jadi, bolehlah menggunakan kendaraan pribadi tapi lebih baik frekuensinya dikurangi karena bisa turut mengurangi polusi bahan bakar. </span></span></span></span><span style="text-align: left;">Sebenarnya jauh dan jauh lebih baik lagi jika kita menggunakan bus dari pada angkot. Bus bisa mengangkut penumpang lebih banyak, biaya pun sebenarnya jauh lebih murah dibanding ongkos angkot. Sayangnya di beberapa kota besar masih banyak kota yang terkenal dengan sebutan “lautan angkot”, karena jumlahnya banyak sekali dibanding bus kota. Untuk resolusi hijau tahun depan, mungkin kita bisa mendorong pemerintah daerah setempat di kota masing-masing untuk mengurangi jumlah angkot dan menggunakan bus sebagai transportasi publik utama.<br />
</span></li>
<li style="text-align: justify;">Menyayangi hewan peliharaan. Jangan cuma ingin mengelus-elus dan bermain saja, yang terutama adalah langsung membersihkan kotoran mereka, karena selain baunya yang sudah pasti tidak enak, feses hewan yang memakan daging tidak dapat menyatu dengan tanah sehingga tidak dapat dijadikan pupuk. Maka dari itu harus cepat-cepat dibersihkan.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><span style="text-align: justify;">Nah, kiranya beberapa resolusi hijau diatas bisa sobat HijauMu lakukan untuk tahun 2012. Dari tahun ke tahun isu mengenai global warming dan gerakan go green sudah banyak di suarakan, dan sedikit demi sedikit masyarakat mulai sadar lingkungan dan mulai melakukan hal-hal kecil untuk mengurangi pemanasan global, meskipun belum semua mempraktekkannya. Jadi mari kita mulai lakukan resolusi hijau 2012 masing-masing.</span></p>
<p style="text-align: justify;">Referensi :<br />
lembaranpung.wordpress.com<br />
www.greenpeace.org<br />
www.kaskus.us.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bumihijaumu.org/resolusi-hijau-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penempatan Tanaman di Rumah</title>
		<link>http://bumihijaumu.org/penempatan-tanaman-di-rumah/</link>
		<comments>http://bumihijaumu.org/penempatan-tanaman-di-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2011 08:54:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Green Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bumi hijau]]></category>
		<category><![CDATA[green arsitektur]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman dalam rumah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bumihijaumu.org/?p=2072</guid>
		<description><![CDATA[Rumah, walaupun sebagai tempat perlindungan, sebagai tempat tinggal, tidak berarti terbebas dari polutan-polutan mematikan. Cara paling tradisional sekaligus indah untuk menyingkirkan zat-zat polutan di dalam rumah, selain berfungsi juga untuk mempercantik rumah adalah, tanaman]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_2090" class="wp-caption alignleft" style="width: 208px"><a href="http://bumihijaumu.org/wp-content/uploads/2011/12/GI-4.jpg"><img class="size-medium wp-image-2090    " style="margin: 5px;" title="GI-4" src="http://bumihijaumu.org/wp-content/uploads/2011/12/GI-4-198x300.jpg" alt="" width="198" height="260" /></a><p class="wp-caption-text">img:gettyimages</p></div>
<p>Rumah, walaupun sebagai tempat perlindungan, sebagai tempat tinggal, tidak berarti terbebas dari polutan-polutan mematikan. Zat polutan yang menjadi penyebabnya antara lain asap rokok, debu dari binatang peliharaan, bakteri, gas formaldehida yang dihasilkan oleh karpet dan papan bangunan, serta gas dari kompor, dan gas-gas lain yang berpotensi menyebabkan kanker. Cara paling tradisional sekaligus indah untuk menyingkirkan zat-zat polutan di dalam rumah, selain berfungsi juga untuk mempercantik rumah adalah, tanaman. Tanaman di dalam rumah pun tidak bisa sembarangan diletakkan begitu saja, bagaimana cara mempercantik rumah dengan tanaman sekaligus menjadi penyerap zat-zat polutan di dalam rumah?</p>
<p>Penempatan tanaman hias dapat difungsikan sebagai pembatas ruangan, pengarah jalan atau sebagai penutup pemandangan yang kurang baik. Beberapa tanaman hias yang bisa dipilih untuk mengatasi polusi udara yakni :</p>
<ol>
<li> Palem kuning atau Areca palm yang merupakan jenis tanaman rumah dengan pelepah daun cukup panjang dan menutupi batang yang beruas-ruas. Rata-rata tinggi pohon ini bisa mencapai 1-6 meter, karenanya pohon ini harus ditaruh di tempat yang lembab agar tidak rusak. Meski pada dasarnya bisa disimpan dimana saja, lebih bagus lagi disimpan di sebelah furniture yang baru dipernis. Jenis palem ini mampu menyedot polutan yang berasal dari senyawa formadehyde.</li>
<li>Karet hias atau Ficus Robusta yang kegunaannya selain menyerap formaldehid tapi juga menghasilkan oksigen. Daunnya berwarna hijau muda dan teksturnya kenyal, karena itu biasa disebut juga rubber plant. Karet hias sebaiknya tidak ditaruh di tempat terlalu terang, terutama di bawah sinar matahari. Tempatkan di dalam ruangan dengan sedikit pancaran sinar.</li>
<li>Rhapis excelsa merupakan jenis palem yang tidak mudah rusak dan bisa beradaptasi di hampir setiap kondisi suhu maupun cahaya. Rhapis juga termasuk tanaman yang mudah dipelihara, namun pertumbuhannya lambat.</li>
<li>Pakis boston mempunyai ciri yang spesifik, sehingga kita mudah mengenalinya. Tiap helai daunnya memiliki beberapa helaian lagi yang tampak seperti jumbai-jumbai. Tanaman yang masih satu keluarga dengan pohon suplir ini bisa ditempatkan di lantai atau pot gantung. Pakis Boston menggunakan stomata sebagai penyedot racun formaldehid dan xylene, mengubahnya jadi zat bermanfaat.</li>
</ol>
<p>Untuk tanaman-tanaman kecil seperti tanaman dalam pot yang digantung dapat diletakkan di bawah tangga atau di bawah patio. Tanaman yang tingginya kurang dari 20 cm dapat diletakkan di atas meja tamu atau disusun di atas rak. Tanaman dalam pot keramik warna-warni juga bisa menjadi pilihan. Sedangkan tanaman berbunga di atas meja konsol bisa menarik perhatian tapi jangan terlalu besar.</p>
<p>Tanaman besar berdaun indah biasanya diletakkan di sudut ruangan agar tidak mengganggu arah pandang dalam ruangan. Untuk tanaman di sepanjang tangga (jika rumah bertingkat) juga bisa menghilangkan kesan monoton. Namun harus memperhitungkan juga lebar tangga, agar tidak mengganggu pergerakan naik turun pada tangga.</p>
<p>Bagaimana dengan pohon? Dapatkah juga pohon bermanfaat? Tentu saja pohon juga bermanfaat! Pohon dapat memberikan dukungan terhadap energi positif selain juga fungsinya  sebagai penyerap zat- zat polutan.<br />
Bambu bisa ditanam secara berjajar sebagai pagar hidup di belakang rumah. Menempatkan bambu pada bagian kiri atau bagian timur belakan rumah akan memberikan energi yang baik. Bambu juga dapat ditanam dalam pot dan diletakkan di depan rumah.</p>
<p>Pohon yang ditanam di sebelah timur dari rumah dipercaya dapat menstimulasi pertumbuhan dan kesehatan. Kita bisa memilih tumbuhan berkayu untuk ditempatkan di area tersebut.<br />
Untuk tanaman jenis conifers seperti pinus yang berdaun jarum, menjulang tinggi dan berbentuk kerucut, dikenal sebagai tanaman evergreen karena daunnya selalu hijau. Untuk lokasi penanaman, cukup letakkan di sisi timur halaman rumah.</p>
<p>Jika ingin menanam pohon, jangan lupa untuk menebang pohon yang sudah mati dan hindari menanam pohon terlalu dekat, yang berpotensi dapat merusak pondasi atau dinding rumah. Jika pemandangan keluar rumah mengarah pada jalan raya, kuburan, rumah sakit dan lainnya, cobalah untuk menanam pohon secara berderet, buatlah seakan-akan membentengi rumah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Referensi:</em><br />
<em>Bali post, Kompas.com, Tamanku.com, green life style, hidup sehat.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bumihijaumu.org/penempatan-tanaman-di-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

